Efek Susu Prenagen Esensis

by - September 01, 2019

pict from here
Sebelum membaca postingan ini, jika ingin tahu cerita sebelumnya, silahkan klik  link ini.

Kali ini saya akan mereview Susu Prenagen Esensis yang direkomendasikan dokter untuk saya konsumsi dengan suplemen yang diresepkan. Saya mengkonsumsi susu ini sekali sehari selama sekitar 20-an hari. Ada dua box yang habis, satunya ukuran 180 gr sama 360 gr.

Seperti yang saya bahas di postingan sebelumnya bahwa saya mengkonsumsi susu ini tidak dalam waktu yang sama setiap harinya. Kadang pagi, siang, sore dan malam. Semuanya disesuaikan dengan aturan 4 jam setelahnya atau sebelumnya harus konsumsi suplemen yang diresepkan dokter (folavic dan santa e). Dan efeknya adalah diare, bukan yang terlalu parah kok. Efeknya cuma bikin mules dan dua kali lah kebelakang. Tapi gak sampe bikin lemes.

Selama mengkonsumsi susu ini, berat badan saya stabil. Alhamdulillah tidak seperti yang di khawatirkan dokter. Karena katanya beberapa orang bisa mengalami pertambahan berat badan setelah mengkonsumsi prenagen. Tapi yang sangat berefek adalah muncul jerawat diwajah saya dan itu lumayan parah karena jerawatnya memerah kemudian meradang dan ujung-ujungnya bernanah. Sampe banyak banget yang negur. Saya mengira yah mungkin karena stress, sebab saya tidak melakukan perubahan pada produk skincare. Malahan saya sudah mengeliminasi produk skincare.

Kemudian setelah kemasan kedua habis, dan saya tidak sempat-sempat beli makanya gak dilanjutin lagi. Saya hanya mengkonsumsi asam folat tablet dan vitamin e. Lalu saya biarkan waktu berlalu tanpa rutinitas minum prenagen lagi, Dan Alhamdulillah wajah saya membaik. Jerawat saya pulih dan gak ada lagi jerawat baru yang muncul rombongan dan meradang. Kapan saya bener-bener yakin bahwa pulihnya jerawat saya itu karena berhenti mengkonsumsi prenagen?? Saat seminggu yang lalu saya ngobrol dengan Umma di dm instagram. Lalu suami saya juga realize soal perubahan muka saya semakin membaik semenjak ndak minum prenagen lagi.

Umma adalah teman saya yang baik hati :D, kami ketemu pertama kali saat interview kerja, ceritanya panjang kenapa kami bisa jadi teman saat ini. Intinya bukan itu, melainkan apa yang umma bilang ke saya perihal prenagen dan pcos. Jadi gini, Umma juga udah nikah, 3 bulan lebih awal dari saya, sekarang umma lagi hamil 3 bulan, doakan umma dan calon bayinya sehat-sehat sampai hari H dan seterusnya. 

Menurut Umma, saya ini intolerant lactose sama seperti dia. Tahu dari mana?? dari reaksi perut setelah mengkonsumsi susu. Jadi katanya kebanyakan orang indonesia memiliki usus yang tidak bisa mencerna laktosa, kenapa demikian karena usus kecilnya tidak menghasilkan cukup enzim laktase. Enzim ini yang akan memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa, yang kemudian dibawah oleh darah keseluruh tubuh. Jika ingin mengetahui lebih lanjut soal lactose intolerant silahkan baca-baca artikel-artikel yang membahas soal ini. Ada banyak sekali di internet, find the authentic one to read. Terkait kebutuhan asam folat, umma menjelaskan bahwa asam folat dapat diperoleh dari vitamin yang sudah diberikan dokter. Jadi saya ndak perlu khawatir akan kekurangan asam folat tersebut. Asam folat juga bisa kita peroleh dari makanan seperti sayuran hijau, buah-buahan sperti alpukat, buat bit, jeruk, pisang, peaya dan lainnya, telur, kacang-kacangan, ikan salmon, hati sapi serta gandum. Btw, untuk yang pcos diharapkan tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung gluten seperti gandum, mie dan olahan tepung lainnya.

Bagaimana keadaan periode menstruasi saya saat ini? hari ini saya sudah telat seminggu berdasarkan aplikasi "My Calendar". Tadi pagi saya test, testpacknya masih satu garis :D. Sedih?? emm, sudah bisa menerima dan baik-baik saja. Pasti ada hikmah dibalik semua ini, insya Allah.

Btw., pagi tadi saya menonton video ini di youtube. Menurut saya, masukannya sangat-sangat bagus. Yah, saya harus lebih bisa menerima keadaan diri saya melalui self love. Lalu berusaha mendengarkan apa yang tubuh saya inginkan. 

pict from here

You May Also Like

0 comments